E09=Nur Hidayah Tugas Mandiri 14

 Nama:Nur Hidayah

 Nim :43125010210


Refleksi Integritas dan Kejujuran dalam Kehidupan Akademik dan Masyarakat


Integritas dan kejujuran merupakan nilai moral yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi seorang mahasiswa. Bagi saya, integritas berarti bersikap jujur, bertanggung jawab, dan konsisten antara apa yang dipikirkan, diucapkan, dan dilakukan. Kejujuran tidak hanya ditunjukkan ketika ada pengawasan, tetapi juga saat tidak ada yang melihat. Sebagai mahasiswa, integritas menjadi dasar utama karena dunia perkuliahan bukan hanya tempat mencari nilai, tetapi juga tempat membentuk karakter dan sikap moral yang akan dibawa ke kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.


Dalam konteks akademik, kejujuran memiliki peran yang sangat penting. Nilai yang diperoleh mahasiswa seharusnya mencerminkan kemampuan dan usaha sendiri. Namun, pada kenyataannya, menjaga integritas bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi mahasiswa, seperti tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi, tugas yang menumpuk, serta keterbatasan waktu. Kondisi ini sering kali memunculkan godaan untuk melakukan tindakan tidak jujur, seperti plagiarisme, titip absen, atau bekerja sama saat ujian.


Saya sendiri pernah berada dalam situasi di mana integritas saya diuji. Ketika menghadapi jadwal tugas yang padat dan waktu yang terbatas, muncul keinginan untuk menyalin sebagian tugas dari internet atau pekerjaan teman. Selain itu, praktik titip absen juga sering dianggap sebagai hal biasa di kalangan mahasiswa. Banyak yang beranggapan bahwa tindakan tersebut bukan pelanggaran serius. Namun, saya menyadari bahwa kebiasaan kecil seperti itu dapat membentuk sikap tidak jujur jika terus dibiarkan.


Dalam situasi tersebut, saya mencoba untuk tetap mengerjakan tugas sendiri meskipun hasilnya mungkin tidak sempurna. Saya memilih untuk hadir secara jujur dalam perkuliahan dan menerima konsekuensi dari pilihan tersebut. Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa kejujuran memang membutuhkan usaha dan keberanian. Namun, hasil yang diperoleh dari usaha sendiri memberikan kepuasan yang lebih besar dan membuat saya lebih menghargai proses belajar.


Jika integritas diabaikan di lingkungan kampus, dampaknya akan sangat merugikan. Mahasiswa akan terbiasa mencari jalan pintas dan menganggap kecurangan sebagai hal yang wajar. Akibatnya, tujuan pendidikan untuk menciptakan individu yang berilmu dan berkarakter akan sulit tercapai. Selain itu, lulusan perguruan tinggi yang tidak menjunjung kejujuran berpotensi membawa kebiasaan buruk tersebut ke dunia kerja dan masyarakat.


Permasalahan integritas tidak hanya terjadi di lingkungan kampus, tetapi juga terlihat jelas dalam kehidupan bermasyarakat. Saat ini, integritas menjadi nilai yang sulit ditegakkan karena banyak contoh ketidakjujuran yang terjadi di ruang publik. Salah satu contohnya adalah kasus korupsi yang sering melibatkan pejabat negara. Tindakan tersebut menunjukkan rendahnya kejujuran dan tanggung jawab, meskipun pelakunya memiliki pendidikan tinggi dan jabatan penting.


Selain korupsi, penyebaran hoaks di media sosial juga mencerminkan lemahnya integritas masyarakat. Banyak orang menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu. Hal ini dilakukan demi kepentingan pribadi, kelompok, atau sekadar mengikuti emosi. Akibatnya, masyarakat menjadi mudah terpecah dan kehilangan kepercayaan satu sama lain. Dari pengamatan saya, hal ini terjadi karena kurangnya kesadaran akan pentingnya kejujuran serta lemahnya penegakan aturan.


Budaya yang terlalu menekankan hasil dibandingkan proses juga menjadi penyebab sulitnya integritas ditegakkan. Dalam banyak kasus, orang yang berhasil sering dipuji tanpa melihat bagaimana cara mereka mencapai keberhasilan tersebut. Kondisi ini membuat kejujuran dianggap tidak penting, selama tujuan dapat tercapai. Padahal, tanpa integritas, kehidupan bermasyarakat akan dipenuhi ketidakpercayaan dan konflik.


Sebagai mahasiswa yang nantinya akan terjun ke dunia profesional, saya merasa perlu memiliki rencana aksi untuk menjaga integritas. Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah menanamkan komitmen pribadi untuk selalu bersikap jujur dalam setiap tanggung jawab yang saya jalani. Saya ingin menjadikan kejujuran sebagai prinsip hidup, bukan sekadar kewajiban saat diawasi.


Langkah selanjutnya adalah berani menolak tindakan yang melanggar etika, meskipun hal tersebut terasa sulit. Saya menyadari bahwa menjaga integritas mungkin tidak selalu memberikan keuntungan secara langsung. Namun, dalam jangka panjang, sikap jujur akan membangun kepercayaan dan citra diri yang baik. Selain itu, saya juga berkomitmen untuk terus belajar dan memperbaiki diri agar mampu bersikap profesional dan bertanggung jawab di dunia kerja.


Sebagai penutup, integritas dan kejujuran merupakan nilai dasar yang harus dijaga sejak menjadi mahasiswa hingga terjun ke masyarakat. Dunia kampus adalah tempat awal pembentukan karakter, sehingga setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran. Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa integritas memang tidak selalu mudah dijalankan, tetapi sangat penting untuk menjaga kualitas diri dan kehidupan bersama. Dengan komitmen yang kuat, saya berharap dapat menjadi individu yang berilmu, bertanggung jawab, dan berintegritas.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E09=Nur Hidayah

E09=Nur Hidayah TUGAS STURUKTUR 02

E09=Nur Hidayah TUGAS mandiri 02