E09=Nur Hidyah TUGAS MANDIRI 10


Aktualisasi Wawasan Nusantara di Tengah Arus Globalisasi dan Keberagaman Budaya Indonesia


Nama :Nur Hidayah 

Nim : 43125010210

TUGAS MANDIRI 10

Pendahuluan

Wawasan Nusantara (Wasantara) merupakan cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, yang mengutamakan persatuan wilayah serta menjadikan Pancasila sebagai dasar dalam mengelola kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam konteks modern, konsep ini bukan sekadar teori geopolitik, tetapi juga pedoman integratif bagi bangsa yang hidup di tengah perubahan cepat dunia global. Dua tantangan besar saat ini adalah derasnya arus globalisasi—meliputi pertukaran informasi, mobilitas ekonomi, dan penetrasi budaya asing—serta realitas keberagaman budaya Indonesia yang sangat kompleks. Keduanya dapat menjadi kekuatan maupun ancaman tergantung bagaimana bangsa mengelolanya.

Esai ini berargumen bahwa Wawasan Nusantara berperan vital sebagai filter ideologis dan integrator sosial-budayayang memungkinkan Indonesia mempertahankan identitas nasional sekaligus memanfaatkan peluang global. Dengan memahami dan mengaktualisasikan Wasantara secara komprehensif, Indonesia dapat menjaga ketahanan nasional dan merespons dinamika global tanpa kehilangan jati dirinya.

Bagian Isi I: Wawasan Nusantara dan Tantangan Globalisasi

Globalisasi menghadirkan tantangan multidimensi terhadap negara berkembang seperti Indonesia. Secara kultural, globalisasi membawa masuk nilai-nilai dan gaya hidup yang tidak selalu selaras dengan Pancasila. Budaya populer Barat, misalnya, sering kali mengonstruksi persepsi modernitas yang menggeser nilai gotong royong dan kekeluargaan yang menjadi ciri masyarakat Indonesia. Secara ekonomi, globalisasi menciptakan kompetisi ekonomi global yang semakin terbuka. Produk asing dengan mudah masuk ke pasar domestik, sehingga pelaku UMKM maupun industri lokal dituntut untuk terus berinovasi agar tidak tersingkir. Secara politik, arus informasi yang cepat dapat memengaruhi opini publik secara instan, sehingga stabilitas politik menjadi lebih rentan terhadap hoaks maupun propaganda digital.

Di tengah realitas tersebut, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai filter ideologis dan strategi geoekonomi. Prinsip Kesatuan Politik dalam Wasantara menekankan pentingnya stabilitas politik, integrasi nasional, serta penguatan kedaulatan negara. Dalam era globalisasi, konsep ini relevan untuk menjaga agar kebijakan nasional tetap berorientasi pada kepentingan rakyat Indonesia, bukan sekadar mengikuti tekanan global atau tren internasional. Prinsip Kesatuan Ekonomi menegaskan bahwa potensi wilayah Indonesia harus dikelola secara merata untuk kesejahteraan seluruh bangsa. Pemanfaatan teknologi global, kerja sama internasional, dan investasi asing harus diarahkan untuk memperkuat industri nasional, bukan justru menciptakan ketergantungan ekonomi.

Dalam konteks kehidupan sehari-hari, peran Wawasan Nusantara sebagai filter ini dapat dilihat misalnya dalam kebijakan pemerintah terkait ekonomi digital, seperti regulasi terhadap platform global yang beroperasi di Indonesia. Regulasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menutup diri, tetapi agar ekosistem digital tetap berpihak pada pelaku usaha lokal. Dari perspektif individu, saya sendiri merasakan pentingnya Wasantara ketika menyikapi produk-produk budaya global seperti musik, film, dan mode. Globalisasi menawarkan banyak inspirasi positif, tetapi Wasantara mengajarkan untuk tidak meninggalkan nilai-nilai budaya sendiri. Hal ini tercermin dalam sikap menghargai karya lokal, mengutamakan produk dalam negeri jika kualitasnya setara, dan tetap menjunjung etika sosial Indonesia meskipun terpapar budaya global.

Dengan demikian, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai benteng ketahanan ideologi dan strategi adaptasi yang memungkinkan Indonesia berdiri teguh di tengah arus global tanpa menutup pintu terhadap inovasi dan kolaborasi internasional.

Bagian Isi II: Wawasan Nusantara dan Kekuatan Keberagaman Budaya

Indonesia adalah bangsa multikultural dengan lebih dari 1.300 suku bangsa, ratusan bahasa daerah, serta ragam adat istiadat yang berkembang di ribuan pulau. Keberagaman ini merupakan ciri utama identitas nasional kita, sebagaimana tertuang dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, keberagaman juga menyimpan potensi konflik jika tidak dikelola dengan bijak. Perbedaan SARA misalnya, dapat menjadi sumber ketegangan jika dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan politik atau ekonomi.

Di sinilah Wawasan Nusantara sebagai integrator mengambil peran penting. Prinsip Kesatuan Sosial-Budaya dalam Wasantara menegaskan bahwa seluruh budaya lokal merupakan bagian integral dari identitas bangsa. Wawasan ini mendorong penghargaan terhadap keanekaragaman sekaligus menegakkan solidaritas nasional. Asas Wasantara—Solidaritas, Keadilan, dan Kepentingan yang Sama—berfungsi sebagai pedoman dalam mengelola pluralitas. Asas Solidaritas menuntut kerja sama antarwarga negara meskipun berbeda latar belakang. Asas Keadilan menegaskan bahwa seluruh budaya dan kelompok masyarakat harus mendapat perlakuan setara oleh negara. Asas Kepentingan yang Sama memastikan bahwa seluruh kebijakan diarahkan untuk memperkuat persatuan nasional, bukan menguntungkan kelompok tertentu saja.

Prinsip-prinsip tersebut terbukti relevan dalam sejumlah peristiwa sosial-budaya di Indonesia, seperti penanganan konflik antar-etnis, pengelolaan kawasan perbatasan, serta pelestarian budaya daerah. Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini sangat penting di lingkungan kampus. Kampus merupakan miniatur Indonesia di mana mahasiswa berasal dari latar belakang berbeda. Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa peran kami bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan akademik yang inklusif. Aktualisasi Wawasan Nusantara dapat dilakukan melalui kegiatan organisasi, diskusi lintas budaya, dan sikap terbuka terhadap perbedaan. Menghormati teman sekelas dari budaya yang berbeda, menghindari stereotip, serta aktif mempromosikan toleransi adalah contoh sederhana penerapan nilai Wasantara di lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, Wawasan Nusantara bukan hanya menjaga agar keberagaman tidak menjadi sumber konflik, tetapi menjadikannya sebagai modal sosial yang memperkuat karakter bangsa.

Penutup

Wawasan Nusantara memainkan peran strategis dalam menghadapi dua tantangan utama zaman modern: globalisasi dan keberagaman budaya. Sebagai filter, Wasantara melindungi Indonesia dari dampak negatif globalisasi sekaligus membantu memaksimalkan peluang ekonomi, teknologi, dan budaya global secara berdaulat. Sebagai integrator, Wasantara memastikan keberagaman budaya Indonesia menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan.

Di masa depan, penguatan memahami dan menerapkan Wawasan Nusantara menjadi kunci ketahanan nasional. Saya meyakini bahwa integrasi nilai Wasantara dengan pembangunan karakter bangsa harus terus diprioritaskan, terutama melalui pendidikan dan penguatan literasi kebangsaan. Sebagai bentuk komitmen pribadi, saya bertekad untuk terus mempraktikkan nilai-nilai persatuan, menghormati keberagaman, dan bersikap bijak dalam menyikapi pengaruh global. Hanya dengan cara demikian, Indonesia dapat tetap kokoh sebagai bangsa yang berdaulat, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

E09=Nur Hidayah

E09=Nur Hidayah TUGAS STURUKTUR 02

E09=Nur Hidayah TUGAS mandiri 02